Hanya Empat Negara yang Tidak Disadap Intel AS

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Minggu, 30 Juni 2013, 19:31 WIB
Hanya Empat Negara yang Tidak Disadap Intel AS
ilustrasi/ist
rmol news logo Intelijen Amerika Serikat ternyata tidak hanya menyadap telekomunikasi Jerman dan gedung Uni Eropa saja, Perancis ternyata juga menjadi "target" intelijen negeri Paman Sam tersebut.

Sebagaimana dibeberkan sebuah majalah Jerman, Der Spiegel, yang mengutip bocoran dokumen dari mantan analis CIA buronan AS, Edward Snowden, bahwa sebanyak 2 juta sambungan komunikasi Perancis telah disadap oleh intelijen AS. Begitu seperti diwartakan Reuters (Minggu, 30/6).

Dalam bocoran dokumen mantan teknisi Badan Keamanan Nasional (NSA/National Security Agency) itu, disebutkan bahwa hanya empat negara yang secara eksplisit terbebas dari serangan mata-mata AS. Keempat negara itu adalah Kanada, Australia, Inggris dan Selandia Baru.

AS dan Kanada selama ini dikenal sahabat dekat dalam hubungan dagang di North American Free Trade Agreement (NAFTA). Sementara bersama dengan Australia dan New Zealand, AS terikat dengan pakta pertahanan kawasan pasifik, ANZUS (Australia, New Zealand, United States Security Treaty). Sedang Inggris merupakan sekutu abadi AS dalam setiap kebijakan luar negeri. Maka dari itu, tidak heran jika keempat negara ini bebas dari serangan mata-mata AS.

Sementara itu, sang pembocor dokumen, Snowden, diyakini saat ini tengah berada di Moskow, Rusia. Dia tiba di sana pada akhir pekan lalu dari Hongkong, negara yang menjadi lokasi tempat tinggalnya sejak membocorkan dokumen rahasia program pengawasan AS. Sebagaimana diketahui, saat ini ia telah mengajukan permohonan suaka kepada pemerintah Ekuador.[ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA