Tuduhan itu tertera dalam dokumen rahasia intelijen AS yang dibocorkan oleh mantan analis CIA yang kini jadi buron AS, Edward Snowden, dan ditulis dalam majalah Jerman, Der Spiegel.
Dalam kutipan Der Spiegel ini disebutkan bahwa AS telah mengelompokkan Jerman sebagai mitra kelas ketiga, layaknya China, Irak atau Arab, yang harus terus diawasi secara ketat.
"Kita bisa menyerang sinyal mitra kelas ketiga asing (Jerman), dan kita melakukannya juga," tulis Der Spiegel mengutip sebuah bagian dalam dokumen yang dibocorkan teknisi Badan Keamanan Nasional (NSA/National Security Agency), sebagimana dikutip
Reuters (Minggu, 30/6).
Dokumen itu menunjukkan bahwa NSA memantau panggilan telepon, pesan teks, email dan internet chatting dan telah menyimpan metadata Jerman di markasnya.
Pada hari biasa, NSA memantau sekitar 20 juta sambungan telepon Jerman dan 10 juta set data internet. Angka ini bisa meningkat menjadi 60 juta sambungan telepon pada hari-hari yang sibuk.
Sementara itu, sang pembocor dokumen, Snowden, diyakini saat ini tengah berada di Moskow, Rusia. Dia tiba di sana akhir pekan lalu dari Hongkong, lokasi tempat tinggalnya sejak ia mengungkapkan rincian rahasia program pengawasan AS. Ia juga telah mengajukan permohonan suaka kepada pemerintah Ekuador.
[ian]
BERITA TERKAIT: