
Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengaku prihatin dengan ketegangan politik yang terjadi di Mesir. Ia mengimbau kepada Presiden Mesir Mohamed Mursi agar melakukan dialog dan menggunakan cara damai dalam menyikapi demontrasi peringatan satu tahun pelantikan Mursi sebagai presiden, usai kejatuhan rezim Husni Mubarak.
Imbauan Obama ini disampaikannya dalam sebuah konferensi pers di Pretoria, Afrika Selatan usai bertemu dengan Presiden Jacob Zuma, pada Sabtu (29/6) waktu setempat.
"Amerika mendukung cara-cara damai untuk menyelenggarakan perubahan di Mesir," kata dia seperti dikutip
Voanews (Minggu,30/6).
Ketegangan semakin memuncak di Mesir setelah ribuan massa long march menuju istana negara untuk melakukan pendudukan. Mereka menuntut agar presiden yang didukung kelompok Ikhwanul Muslimin itu segera mengundurkan diri. Mereka merasa tidak puas dengan kebijakan politik dan ekonomi yang diambil Mursi karena tak kunjung memberi perubahan berarti pasca tumbangnya rezim Husni Mubarok.
Setidaknya, demonstrasi telah mengakibatkan tujuh orang tewas, termasuk seorang warga AS bernama Andrew Pochter, dan ratusan lainnya mengalami luka-luka.
[ian]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: