Ketegangan di Mesir telah meningkat sejak Jumat (28/6) lalu. Setidaknya sudah tiga orang, termasuk seorang warga negara Amerika Serikat (AS), tewas dalam kerusuhan ini.
Para demonstran mengaku merasa tidak puas dengan kebijakan presiden dan pendukungnya, Ikhwanul Muslimin. Banyak warga biasa yang marah dengan kebijakan politik dan ekonomi Morsi juga ikut ambil bagian dalam aksi ini.
Pengunjuk rasa membawa bendera negara dan melakukan reli menuju istana presiden. Mereka berencana membuat tenda untuk menduduki istana.
"Kami akan damai tetapi jika mereka yang datang kepada kita melakukan kekerasan, kami akan membela diri," ujar seorang demonstran berusia 26 tahun Amr Riad, seperti dilansir
BBC (Minggu, 30/6).
Sementara itu, akibat ketegangan yang kian meningkat ini pemerintah AS telah memperingatkan warganya untuk tidak melakukan perjalanan ke Mesir. Inggris juga telah mendesak warganya untuk menghindari semua demonstrasi dan pertemuan besar. Sedang Perancis mengimbau agar warganya membatasi perjalanan, kecuali mereka benar-benar memerlukan.
[ian]
BERITA TERKAIT: