Rafsanjani pernah menjadi Presiden Iran pada tahun 1989 hingga 1997 sebelum akhirnya digantikan oleh Mohammad Khatami. Ia secara resmi telah mendaftarkan dirinya untuk ikut berkompetisi dalam pilpres Iran.
Dikutip BBC (Minggu, 12/5), majunya Rafsanjani ini dipandang sebagai ancaman bagi kalangan ulama elit di sekitar Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Sementara Presiden Mahmoud Ahmadinejad yang telah menjabat selama dua kali, kini tidak bisa mencalonkan diri kembali. Sebagai suksesor, Presiden Ahmadinejad menunjuk sekutu terdekatnya, Esfandyar Rahim Mashaie, tokoh nasionalis garis keras untuk ikut bersaing dalam pemilihan yang akan digelar Juni ini..
Beberapa kandidat lainnya antara lain Ali Akbar Velayati, penasihat tinggi urusan internasional bagi Ayatollah Khamenei dan kepala tim perunding nuklir Iran Saeed Jalili.
Lebih dari 400 kandidat terdaftar untuk mengikuti pemilihan umum tetapi Dewan Wali Iran, sebuah badan yang dikontrol pemimpin tertinggi Iran, akan memutuskan siapa yang bisa ikut. [ian]
BERITA TERKAIT: