
Lambang demokrasi Myanmar, Aung San Suu Kyi, akhirnya kembali terpilih sebagai pemimpin partai oposisi, Liga Nasional Demokrasi (NLD) dalam kongres yang pertama kali mereka gelar.
Berbicara dihadapan seluruh delegasi di Rangoon pada Sabtu (9/3), wanita peraih Nobel Perdamaian itu meminta agar sekuruh kader dan simpatisan partainya bersatu. Demikian diberitakan
BBC (Minggu, 10/3).
Setelah memenangi pemilu tahun 1990, The Lady, julukan Suu Kyi, tidak banyak beraktifitas karena junta militer Myanmar membatasi aktifitas politiknya. Namun pengaruhnya terhadap rakyat masih sangat terasa. Ini terbukti pada pemilu yang digelar tahun lalu dimana dia berhasil memenangi kursi parlemen Myanmar.
Sementara untuk tahun ini Suu Kyi mengaku membidik peluang untuk dapat terlibat dalam pemilu tahun 2015 mendatang.
Pemilu tahun lalu merupakan buah dari reformasi yang dilakukan oleh Burma untuk menggagas sebuah pemerintah sipil baru.
[ian]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: