Tujuh batalion militer telah dikerahkan ke negara bagian Sabah pada Senin kemarin untuk memperkuat posisi polisi disana. Operasi militer ini ditujukan untuk mengambil alih kawasan yang dikuasai oleh sekitar 180 warga Filipina dari suku Sulu.
Demikian pernyataan seorang jurubicara pemerintah Malaysia, sebagaimana dikutip
BBC (Selasa, 5/3).
Krisis ini dimulai pada pertengahan Februari ketika sekitar 200 anggota kelompok Muslim Filipina mendarat di sebuah desa terpencil di distrik Lahad Datu, pesisir Sabah, dan mengklaim wilayah itu sebagai milik mereka.
Kelompok ini menyebut diri sebagai Tentara Kerajaan Sulu, yang merupakan keturunan dari kesultanan Sulu di selatan Filipina. Mereka juga mengklaim bahwa nenek moyang mereka menguasai bagian utara Kalimantan selama berabad-abad. Untuk itu, mereka meminta pemerintah Malaysia memberi uang karena dianggap telah menyewa tanah mereka.
Sembilan belas orang bersenjata dan delapan polisi tewas sejak itu, termasuk dalam baku tembak hari Jumat yang menewaskan 12 penyusup dan dua polisi.
Militan Filipina terkadang menyeberang ke Sabah untuk melakukan penculikan. Militer Malaysia pun telah meningkatkan patroli mereka di wilayah perbatasan, tetapi luasnya perbatasan laut dengan Filipina membuat penculikan itu sulit ditanggulangi.
[ian]
BERITA TERKAIT: