Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widodo-bogiarto-1'>WIDODO BOGIARTO</a>
LAPORAN: WIDODO BOGIARTO
  • Minggu, 26 April 2026, 15:50 WIB
Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Semarang (ALJIRO SMANSA) memulai rangkaian Reuni Akbar ke-76 melalui Kick Off Nasional Youth & Social Issues Summit. (Foto: Istimewa)
rmol news logo Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Semarang (ALJIRO SMANSA) memulai rangkaian Reuni Akbar ke-76 melalui Kick Off Nasional Youth & Social Issues Summit. Kegiatan ini menjadi langkah awal penyusunan policy brief pendidikan yang ditargetkan rampung pada Agustus 2026.

Mengusung tema “Beyond Nostalgia”, reuni kali ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menandai transformasi peran alumni sebagai kekuatan kolektif yang berkontribusi dalam menjawab tantangan pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia di Indonesia.

Rektor Universitas Diponegoro, Suharnomo, menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah, komite, dan alumni sebagai model baru dalam penguatan pendidikan.

“Jika kolaborasi ini dibangun secara sistemik, maka dapat menjadi model yang tidak hanya relevan untuk satu sekolah, tetapi dapat direplikasi secara lebih luas,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum ALJIRO SMANSA, Hendarji Supanji, menegaskan bahwa pengembangan sumber daya manusia menjadi kunci utama daya saing bangsa di tingkat global.

“Tanpa transformasi serius dalam human resources development, bonus demografi berpotensi berubah dari peluang menjadi beban nasional,” tegasnya.

Event Coordinator, Bulan Prabawani, menjelaskan bahwa penyusunan policy brief dilakukan secara bertahap dan berbasis data, mulai dari kajian literatur, survei awal, hingga forum diskusi terarah (FGD) guna menghasilkan rekomendasi kebijakan yang implementatif.

Ketua Panitia Reuni Akbar, Koeshartanto, menegaskan bahwa rangkaian kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan gerakan pemberdayaan.

“Yang kita bangun bukan sekadar program atau kumpulan event. Ini adalah gerakan pemberdayaan yang dijahit untuk menghasilkan dampak nyata,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebanyak 13 kegiatan strategis disusun dalam tiga fase utama, yakni Connecting Generations, Leaving a Legacy, dan Moving Forward Together. Kegiatan tersebut meliputi penanaman pohon, donor darah, bazar UMKM, hingga kegiatan budaya.

“Bonus demografi harus kita jadikan sebagai kekuatan, bukan beban. Jika kita kerjakan bersama, ini akan menjadi mahakarya bagi masa depan bangsa,” tambahnya.

Forum ini turut dihadiri berbagai tokoh alumni lintas profesi yang berkomitmen mengawal proses perumusan kebijakan hingga tuntas. ALJIRO SMANSA menegaskan bahwa transformasi pendidikan merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat termasuk alumni. rmol news logo article


EDITOR: AHMAD ALFIAN

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA