Washington Post Sebut Maroko Sebagai Model Terbaik Reformasi Demokrasi di MENA

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Minggu, 03 Februari 2013, 15:26 WIB
<i>Washington Post</i> Sebut Maroko Sebagai Model Terbaik Reformasi Demokrasi di MENA
raja muhammad vi/ist
rmol news logo Sebuah Harian Amerika Serikat, The Washington Post, edisi Kamis (31/1) menjelaskan bahwa Maroko dan Yordania sebagai model terbaik di Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA) dalam hal reformasi demokrasi.

"Yordania dan Maroko telah memasuki rute yang berbeda (dari negara MENA lainnya), karena keduanya justru membuat reformasi terukur dan berhasil meliberalisasikan sistem yang sudah ada," demikian digarisbawahi dalam artikel edisi opini di The Washington Post yang berjudul 'Arab Spring's Hits and Misses'.

Penulis, Fareed Zakaria, yang merupakan seorang analis politik terkenal, mengatakan bahwa meski monarki, kedua negara ini telah melakukan evolusi selama masa revolusi Arab. Demikian seperti dilansir Morocco World News (Minggu, 3/2).

The Washington Post mengatakan reformasi konstitusi Maroko yang diberlakukan pada tahun 2011 telah berhasil melindungi hak-hak minoritas, termasuk Yahudi, yang telah tinggal di Maroko selama berabad-abad dan merupakan bagian tidak terpisahkan dari negara.

Dalam sebuah artikel baru mengenai reformasi di Dunia Arab tersebut, The Washington Post mengatakan bahwa Maroko adalah satu-satunya negara dari kawasan MENA yang membuat kemajuan signifikan pada jalur keterbukaan politik. Sementara itu, makalah ini juga mencatat bahwa Yordania mengambil jalan yang sama dengan Maroko dalam hal reformasi demokrasi.

Hal tersebutlah yang kemudian membuat kedua negara itu diganjar sebagai negara yang bisa menjadi model terbaik bagi negara-negara MENA dalam hal reformasi demokrasi. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA