Demikian jawaban Turki atas keprihatinan Rusia terhadap rencana penggelaran rudal NATO di perbatasan Suriah-Turki. Sebelumnya, Rusia khawatir penggelaran rudal ini justru akan memperuncing ketegangan antar kedua negara Timur Tengah itu.
"Sistem rudal tersebut tak memiliki tujuan lain kecuali pertahanan. Meningkatnya ketegangan di Suriah telah memaksa kami mempertimbangkan semua kemungkinan," ujar Menteri Luar Negeri Ahmet Davutoglu kepada wartawan di Ibukota Turki, Ankara, seperti dilansir
Xinhua (Sabtu, 24/11).
Turki, lanjut Davutoglu, mengajukan permohanan ini, pada Rabu (21/11) sebagai buntut dari serangkaian bom "nyasar" Suriah mendarat di Turki dan menewaskan sedikitnya lima orang.
"Yang penting ialah keamanan negara kami dan rakyat kami. Masalahnya ialah mengenai mempertahankan perbatasan NATO," Demikian Davutoglu.
[ian]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: