"Pesawat tanpa awak itu diidentifikasi memasuki wilayah udara Israel pagi ini, dan dicegat oleh IAF (AU Israel) sekitar pukul 10.00 pagi," ujar juru bicara militer Israel Letnal Kolonel Avital Leibovich, sebagaimana dikutip
AFP (Minggu,7/10).
Menurut Leibovich, pesawat tanpa awak yang tidak dilengkapi dengan senjata dan tak beridentitas itu memasuki Israel dari arah Mediterania.
"Pesawat itu dikuntit sejak awal sampai diputuskan untuk mencegatnya dan menembaknya untuk alasan operasional di atas Hutan Yatir di Negev utara, sebuah wilayah tak berpenduduk," lanjut Leibovich.
Sementara itu, salah satu kantor berita Israel, Ynet, menyebut drone itu adalah milik Iran. Menurut Ynet, peluncuran pesawat semacam itu dari jarak sejauh itu membutuhkan peralatan yang canggih dan itu tidak mungkin dimiliki oleh Hizbullah saat ini.
"Bisa jadi Iran yang mengaktifkan penerbangan dan sistem pemandunya, dan (drone) itu tampaknya merupakan buatan Iran," tulis pernyataan kantor berita tersebut.
[ian]
BERITA TERKAIT: