Gorgy mengatakan bahwa ia bersama dengan tim dokter forensik lainnya telah dua kali melakukan pemeriksaan pada diktator yang digulingkan itu, satu di rumah sakit militer dan satu lainnya di penjara Tora.
Berdasarkan hasil pemeriksaan itu, dokter menyatakan bahwa Mubarak hanya memiliki tekanan darah rendah dan pusing. Demikian sebagaimana diberitakan
Press TV (Minggu, 23/9).
Hasil pemeriksaan ini sekaligus membantah laporan dari dokter pribadi Mubarak yang mengatakan bahwa pria 84 tahun itu telah beberapa kali menderita stroke di penjara Tora.
Pada 19 Juni lalu Mubarok terpaks dipindahkan dari penjara Tora ke rumah sakit militer setelah ada laporan dia menderita stroke dan detak jantungnya yang tidak teratur.
Namun sebulan kemudian, Mubarok kembali dipindahkan ke penjara Tora oleh Kejaksaan Agung Mesir dengan alasan kesehatan Mubarok mulai membaik.
[ian]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: