Dugaan sementara menyebutkan bahwa ledakan yang terjadi pada Sabtu (25/8) dini hari waktu setempat tersebut, dipicu oleh kebocoran pipa gas yang kemudian menyebabkan kebakaran besar dan menghancurkan dua tangki bahan bakar dan menghentikan produksi kilang.
Korban tewas akibat ledakan di kilang Amuay di negara bagian Falcon itu kini telah meningkat menjadi 39. Sementara 80 lainnya mengalami luka-luka.
Selain memerintahkan penyelidikan, Chavez juga mengumumkan tiga hari berkabung nasional akibat insiden ledakan. Ia mengatakan tragedi ini menjadi duka bagi semua keluarga di Venezuela.
"Saya ingin menyatakan duka yang mendalam kepada semua keluarga korban yang meninggal. Tiga hari berkabung nasional karena peristiwa ini mempengaruhi semua orang dalam keluarga besar Venezuela," ujar Chavez, sebagaimana dikutip
BBC (Minggu, 26/8).
Kilang Amuay, terletak di semenanjung Paraguana, bagian dari Komplek Kilang Paraguana yang juga termasuk di dalamnya adalah kilang Cardon.
Kilang ini merupakan salah satu dari komplek kilang terbesar Venezuela dengan kapasitas produksi mencapai 955.000 barel per hari.
Menteri Energi Rafael Ramirez mengatakan bahwa kilang akan kembali berproduksi pada Senin (27/08) besok. Ramirez juga menjamin bahwa Venezuela masih memiliki persediaan bahan bakar untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor.
[ian]
BERITA TERKAIT: