Gempa mengguncang penduduk yang berada di sekitar kota Tabriz dan pusat kota Ahar. Meski demikian, sebagian besar korban justru berasal dari desa-desa terpencil. Gempa tersebut telah menyebabkan sedikitnya 180 orang tewas dan 1.300 orang lainnya mengalami luka-luka
Gempa pertama mengguncang pada pukul 16.53 waktu setempat dengan pusat kedalaman 60 kilometer sebelah timur laut kota Tabriz di kedalaman 9,9 kilometer. gempa di kota Tabriz ini berkekuatan 6,4 skala richter.
Gempa kedua menyusul 11 menit kemudian, di wilayah Varzaghan dekat kota Ahar dengan kedalaman 10 kilometer dan berkekuatan 6,4 skala richter.
"Keluarga saya benar-benar ketakutan. Sudah saatnya malam sekarang tapi kita tidak bisa tidur. Gempa ini, sangat kuat dan keras, " kata penduduk bernama Tabriz Amina Zia, sebagaimana dikutip
BBC (Minggu, 12/8).
Presiden Mahmoud Ahmadinejad, melalui situs resmi kantor pemerintahan, menyatakan belasungkawa bagi mereka yang berada di zona bencana dan mengimbau otoritas setempat untuk memobilisasi semua upaya untuk membantu para korban.
Wilayah Iran memang berada di patahan besar bumi, sehingga rentan terhadap kegiatan seismik dalam perut bumi. Pada tahun 2003, gempa bumi besar pernah terjadi di kota Bam dan menyebabkan 25 ribu orang tewas
.[ian]
BERITA TERKAIT: