Perancis Desak Bangladesh Kembali Buka Jalur Bantuan Untuk Pengungsi Rohingya

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Sabtu, 04 Agustus 2012, 14:42 WIB
Perancis Desak Bangladesh Kembali Buka Jalur Bantuan Untuk Pengungsi Rohingya
save rohingya/ist
rmol news logo Keputusan pemerintah Bangladesh untuk menghentikan tiga lembaga bantuan kemanusiaan internasional, yang tengah berupaya membantu pengungsi etnis Rohingya, membuat Pemerintah Perancis kecewa. Perancis pun kini mendesak agar jalur bantuan itu bisa kembali dibuka.

"Hingga perdamaian tercipta di Rakhine (Myanmar), kami akan terus mendesak otoritas di Dhaka (Bangladesh) untuk tidak menolak bantuan yang datang bagi warga (Rohingya) yang kini hidup dalam ancaman," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Prancis, sebagaimana dikutip The News (Sabtu, 4/8).

Sebelumnya Pemerintah Bangladesh memerintahkan tiga lembaga internasional yang berada di Cox Bazaar, perbatasan antara Bangladesh dan Myanmar, untuk menarik bantuannya bagi pengungsi etnis Rohingya. Pemerintah Bangladesh menganggap lembaga-lembaga amal ini telah memicu penambahan jumlah pengungsi Rohingya yang masuk ke wilayah perbatasan.

Dua dari tiga lembaga itu berasal dari Perancis yakni, Doctor Without Borders (Medecins sans Frontieres) dan Action Against Hunger. Lembaga-lembaga ini sudah memberikan bantuan kesehatan, pelatihan serta memberikan bantuan pelatihan kepada para pengungsi yang hidup di Cox Bazaar sejak awal 1990. MSF bahkan telah mengoperasikan klinik yang mampu menampung 100 ribu pengungsi.

Sedikitnya sebanyak 300 ribu muslim Rohingya saat ini hidup di wilayah Bangladesh yang sebagian besar dari mereka dipusatkan di Cox Bazaar. Etnis Rohingya melarikan diri dari negaranya, Myanmar, setelah terjadi sejumlah pembantaian yang dilakukan pemerintah Myanmar di Rakhine.[ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA