KRISIS SURIAH

Rusia: Harusnya Resolusi PBB Fasilitasi Dialog, Bukan Pergantian Rezim!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Sabtu, 04 Agustus 2012, 11:38 WIB
Rusia: Harusnya Resolusi PBB Fasilitasi Dialog, Bukan Pergantian Rezim!
Vitaly Churkin/ist
rmol news logo Rusia mengecam resolusi yang berhasil dicapai Majelis Umum PBB untuk Suriah, dengan alasan resolusi dapat merusak upaya perdamaian yang saat ini sedang digalakan di negara tersebut.

Utusan Rusia untuk PBB, Vitaly Churkin menyebut bahwa resolusi yang semula diusulkan oleh Arab Saudi itu, telah dengan terang berpihak dan mendukung oposisi bersenjata.

"Tertulis (dalam resolusi itu) seakan-akan oposisi bersenjata tidak ada sama sekali," tukas Vitaly Churkin kepada wartawan sebagaimana dikutip BBC (Sabtu, 4/8).

Churkin juga menambahkan bahwa dalam resolusi tersebut seharusnya utusan PBB bekerja untuk mewujudkan transisi demokrasi di Suriah dengan menggelar dialog dan bukan untuk memaksakan adanya perubahan rezim di Suriah.

"Rusia menyesalkan resolusi yang hanya memperburuk keadaan dengan pendekatan konfrontatif untuk mencapai jalan keluar krisis Suriah dan tidak melakukan apapun untuk memfasilitasi dialog antara pihak yang bertikai," lanjut Churkin.

Resolusi Majelis Umum PBB untuk Suriah itu telah disetujui oleh 133 suara, 12 menolak dan 31 negara absen. Resolusi Majelis Umum tidak dapat di veto, tapi sifat resolusi itu tidak mengikat para anggota PBB.[ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA