Lima ribu rumah rusak tersapu derasnya banjir, sedangkan 63 ribu orang terjebak akibat genangan air. Sementara itu laporan lain menyebutkan 300 gedung publik, termasuk fasilitas pendidikan dan kesehatan mengalami rusak berat.
Sektor pertanian merupakan sektor yang mengalami kerugian paling besar setelah 4.800 hektare lahan pertanian tersapu banjir dan 25.700 hektare lainnya masih tergenang. Demikian laporan dari kantor berita resmi Korut,
KCNA, sebagaimana dikutip
al Jazeera (Minggu, 29/7).
Banjir bandang yang merendam sebagaian besar lahan pertanian ini akan menambah derita Korut yang mengalami krisis pangan. Terlebih lagi Amerika Serikat sudah tidak lagi menghentikan pasokan makanan sejak April lalu. Hal tersebut dilakukan AS untuk mengehntikan teror Korut yang sempat meluncurkan roket meski akhirnya peluncuran tersebut mengalami kegagalan.
[ian]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: