Sebagaimana diberitakan
BBC (Minggu, 22/7), curah hujan sebesar 18 inci di distrik Fangshan, Beijing telah berlangsung selama 14 jam sejak Sabtu (21/7) kemarin dan menjadikan hujan ini sebagai hujan terlebat yang terjadi di Beijing sejak 1951.
Hujan ini mengakibatkan 10 orang meninggal dunia dan sedikitnya 14.500 orang harus dievakuasi ke tempat aman. Kebanyakan korban meninggal diakibatkan karena kecelakaan lalu lintas dan tertimpa bangunan runtuh.
Selain itu, hujan lebat ini juga mengakibatkan sebagian jalan raya di Beijing terendam air dengan ketinggian rata-rata satu meter sementara sebanyak 475 jadwal penerbangan terpaksa ditunda.
Meski saat ini cuaca di Beijing telah kembali cerah, namun sejumlah media pemerintah mengabarkan bahwa hujan deras akan kembali mengguyur wilayah timur laut dan barat daya China.
[ian]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: