Tidak hanya itu, Hillary Clinton bahkan melontarkan sebuah pernyataan tajam dalam menanggapi pembantaian yang terjadi di desa itu. Clinton menyebut militer Suriah dengan 'sengaja membunuh warga sipil' di desa itu.
Lebih lanjut, isteri mantan Presiden AS itu juga mengatakan bahwa mereka yang melakukan atau terlibat dalam pembantaian ini harus bertanggung jawab.
"Mereka yang melakukan kekejaman ini akan diidentifikasi dan harus bertanggung jawab," ujar Clinton sebagaimana diberitakan
BBC (Sabtu, 14/7).
Dilaporkan sedikitnya 200 orang tewas dalam pembantaian yang terjadi pada Kamis (12/7) di Tremseh. Ini merupakan insiden paling berdarah yang pernah terjadi semenjak konflik Suriah berlangsung
.[ian]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: