Pertemuan tersebut membahas mengenai penyelesaian dan cara untuk menyelamatkan warga sipil dari krisis berkepanjangan di Suriah.
Seorang diplomat PBB mengatakan bahwa dalam pertemuan tersebut AS menyatakan mengutuk Presiden Bashar al Assad atas pembantaian yang terjadi. Sedangkan Kofi Annan, lanjut diplomat tersebut, mengusulkan adanya strategi baru untuk mengatasi persoalan yang kerap menimpa Suriah.
"Bagaimana kita bertindak? Dan jika rencana tersebut dilaksanakan, apa pilihan lain yang kita miliki?" ujar diplomat yang tidak disebutkan namanya tersebut saat menjelaskan isi pertemuan, sebagaimana dikutip
AP (Sabtu, 9/6).
Pada April lalu, PBB mengatakan lebih dari 9.000 orang tewas sejak krisis kemanusiaan dimulai pada Maret 2011. Namun hingga kini belum dapat dipastikan berapa jumlah korban kekerasan yang sebenarnya. Bahkan menurut data para Aktivis kemanusiaan menyebutkan jumlah korban tewas mencapai 13.000 orang.
[ian]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: