Badan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang mengurusi masalah anak-anak (UNICEF) mengungkapkan kemarahannya atas pembunuhan 32 anak berusia dibawah sepuluh tahun di Suriah.
"Kejahatan mengerikan ini terhadap anak semacam itu yang bukan menjadi bagian dari pertempuran ini menunjukkan kondisi baru yang mendesak untuk menemukan penyelesaian konflik Suriah," ujar juru bicara UNICEF, Sarah Crowe, sebagaimana dikutip
Xinhua (Minggu, 27/5).
Sebelumnya, PBB melaporkan bahwa serangan di desa Houla, Provinsi Homs, telah menewaskan sedikitnya 92 orang, termasuk 32 anak yang masih berusia di bawah sepuluh tahun.
UNICEF juga mengucapkan belasungkawa mendalam untuk keluarga korban kekerasan di Suriah. Pihak UNICEF berharap masyarakat internasional untuk bersama-sama memberikan hukuman atas tidakan pemerintah Suriah ini.
"Pembantaian semacam itu tak bisa dibiarkan tanpa hukuman. Belasungkawa terdalam kami buat keluarga korban yang telah menderita demikian besar selama 15 bulan belakangan akibat kerusuhan ini," tambah Crowe.
[ian]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: