Parade Militer Berakhirnya Perang Sipil Sri Lanka Menuai Kritikan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Sabtu, 19 Mei 2012, 14:05 WIB
Parade Militer Berakhirnya Perang Sipil Sri Lanka Menuai Kritikan
Mahinda Rajapaksa/ist
RMOL. Sri Lanka memperingati tiga tahun berakhirnya perang sipil dengan menggelar parade militer di ibukota Kolombo. Namun, peringatan berakhirnya perang sipil di Sri Lanka ini mendapat banyak kritikan karena dianggap terlalu berlebihan..

Pada parade militer tersebut terlihat sang Presiden Sri Lanka Mahinda Rajapaksa memberikan sambutan pada perayaan tersebut. Dalam pidatonya, Rajapaksa mengajak rakyat Sri lanka untuk mengenang jasa para tentara yang berhasil menumpas pemberontakan Macan Tamil (LTTE).

Namun demikian, sejumlah kritikan datang dan menyebutkan bahwa peringatan dengan menggelar parade militer tidak sepantasnya dilakukan.

R Sampanthan, pemimpin partai Tamil, dengan tegas mengatakan "arak-arakan kemenangan" perang seharusnya dihentikan.

"LTTE [Macan Tamil] telah dikalahkan. Ini merupakan kenyataan yang setiap orang sudah tahu. Tetapi, sebuah perayaan kemenangan militer setiap tahun tidak akan membantu rekonsiliasi," ujar Sampanthan sebagaimana dikutip BBC (Sabtu, 19/5).

Perang sipil terjadi di Sri Lanka pada 1980an, antara kelompok Tamil yang menekan untuk membentuk wilayah sendiri, melawan pemerintahan etnis mayoritas Sinhalese.

Sebagian besar peperangan terjadi di bagian utara yang didominasi etnis Tamil, tetapi Kelompok Macan Tamil atau LTTE, juga melakukan bom bunuh diri di Kolombo pada tahun 1990an. Perang ini sedikitnya telah menewaskan 70 ribu orang dalam dekade tersebut.[ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA