Pada parade militer tersebut terlihat sang Presiden Sri Lanka Mahinda Rajapaksa memberikan sambutan pada perayaan tersebut. Dalam pidatonya, Rajapaksa mengajak rakyat Sri lanka untuk mengenang jasa para tentara yang berhasil menumpas pemberontakan Macan Tamil (LTTE).
Namun demikian, sejumlah kritikan datang dan menyebutkan bahwa peringatan dengan menggelar parade militer tidak sepantasnya dilakukan.
R Sampanthan, pemimpin partai Tamil, dengan tegas mengatakan "arak-arakan kemenangan" perang seharusnya dihentikan.
"LTTE [Macan Tamil] telah dikalahkan. Ini merupakan kenyataan yang setiap orang sudah tahu. Tetapi, sebuah perayaan kemenangan militer setiap tahun tidak akan membantu rekonsiliasi," ujar Sampanthan sebagaimana dikutip
BBC (Sabtu, 19/5).
Perang sipil terjadi di Sri Lanka pada 1980an, antara kelompok Tamil yang menekan untuk membentuk wilayah sendiri, melawan pemerintahan etnis mayoritas Sinhalese.
Sebagian besar peperangan terjadi di bagian utara yang didominasi etnis Tamil, tetapi Kelompok Macan Tamil atau LTTE, juga melakukan bom bunuh diri di Kolombo pada tahun 1990an. Perang ini sedikitnya telah menewaskan 70 ribu orang dalam dekade tersebut.
[ian]
BERITA TERKAIT: