"Dia sedang bersama istrinya ketika diserang. Tiga pria bersenjata berupaya untuk menculik dia dari mobilnya. Ketika ia menolak dan mengusir mereka, mereka justru melepaskan tembakan ke arah kendaraannya. Sang Dubes terluka dibagian mata akibat terkena pecahan kaca," kata diplomat Barat itu sebagaimana dikutip
Reuters (Minggu, 13/5).
Menurut diplomat Barat tersebut duta besar Bulgaria bepergian tanpa disertai pengawal.
"Kami tidak tahu apakah mereka orang-orang suku yang hanya melihat pelat mobil diplomatiknya atau gerilyawan Al Qaeda yang telah merencanakan menculiknya untuk tebusan," kata diplomat itu.
Saksi mata mengatakan bahwa duta besar Bulgaria dan istrinya teresbut melarikan diri dengan berlari ke sebuah pusat perbelanjaan yang terletak tidak jauh dari tempat kejadian perkara. Tak alam setelah kejadian tersebut, pasukan keamanan Yaman segera tiba di lokasi.
Penculikan orang asing dan orang Yaman biasa terjadi di negara Jazirah Arab yang miskin itu, di mana sandera sering digunakan oleh suku yang tidak puas untuk menekan tuntutan pada pihak berwenang. Namun sandera sering dibebaskan tanpa cedera.
[ian]
BERITA TERKAIT: