"Tawaran diberikan untuk warga Myanmar yang berada di luar negeri karena berbagai alasan untuk pulang," kata Presiden Thein Sein seperti diberitakan media pemerintah berbahasa Inggris,
New Light of Myanmar dan dilansir
BBC (Sabtu, 12/5).
Diperkirakan jutaan warga Myanmar meninggalkan negaranya saat pemerintahan junta militer berkuasa di Myanmar. Akibatnya, negeri itu kekurangan para profesional untuk membantu Myanmar menghadapi perubahan politik dan ekonomi yang sangat besa
Kini, Presiden Thein Sein meminta mereka untuk kembali ke tanah air demi memuluskan jalannya reformasi di negara tersebut.
"Mereka yang berada di luar negeri termasuk para teknisi, para pakar, pebisnis dan mereka yang memiliki berbagai karir. Negara akan memberikan bantuan yang diperlukan jika mereka mengalami kesulitan untuk memulai bisnis di negeri ini," tambah Thein Sein.
Sebagaian besar pengungsi Myanmar dikabarkan berminat untuk kembali ke tanah air setelah terjadi reformasi mengejutkan yang dilakukan oleh pemerintahan Thein Sein.
Perubahan tersebut bahkan mendapat respon positif dari dunia internasional. Beberapa negara seperti Amerika Serikat, Australia dan Uni Eropa bahkan berencana mengurangi embargo perdagangan dan ekonomi yang selama ini dijatuhkan terhadap Myanmar.
[ian]
BERITA TERKAIT: