Perselisihan kedua negara diawali ketika pemerintah Filipina mendapati kapal ikan Cina beroperasi di sekitar gugusan karang Scarborough yang hanya berjarak 230 km dari pulau utama Filipina, Luzon.
Saat itu, Angkatan Laut Filipina berusaha menangkap para nelayan Cina itu, namun digagalkan kapal-kapal pengintai Cina yang segera datang ke kawasan itu.
Namun demikian, Kementerian Pertahanan China membantah bahwa negerinya telah mempersiapkan militer untuk berperang melawan Filipina.
"Laporan yang menyebut wilayah militer Guangzhou, armada Laut Cina Selatan dan unit-unit militer lain siap berperang adalah tidak benar," demikian pernyataan Kementerian tersebut sebagaimana dikutip
BBC (Sabtu, 12/5).
Kemenhan China ini tidak mau menyebutkan secara spesifik sumber laporan yang mengatakan China siap berperang. Namun dari beberapa rumor yang beredar di berbagai media China menyebutkan pemerintah Negeri Tirai Bambu tersebut tengah meningkatkan kesiagaan militer ke level dua dari empat level persiapan perang yang ada.
Saat ini kedua negara menyiagakan kapal-kapal non militer di gugus karang Scarborough sejak 8 April lalu sebagai upaya menegaskan kedaulatan di kawasan tersebut.
Selain Filipina sejumlah negara lain seperti Brunei, Vietnam dan Malaysia juga terlibat perselisihan dengan China karena mengklaim sebagian wilayah perairan Laut Cina Selatan sebagai teritori mereka
.[ian]
BERITA TERKAIT: