Jane Allen dari Devon, barat daya Inggris, yang pamannya tewas di Titanic mengingatkannya publik pada kengerian bencana tersebut.
"Di sini, yang Anda bisa mendengar hanya percikan ombak di sisi kapal. Anda berada di antah-berantah Dan kemudian Anda melihat ke bawah dan menyadari bahwa setiap orang yang tidak kebagian sekoci harus membuat keputusan, kapan harus melompat atau tinggal di kapal," katanya membayangkan diri menjadi korban, seperti dikutip dari
BBC, Minggu (15/4).
Titanic, kapal pesiar terbesar dan termewah di dunia sedang melakukan perjalanan dari Inggris ke New York, ketika menabrak gunung es pada pukul 11:40, 14 April 1912. Kapal itu tenggelam kurang dari tiga jam kemudian. Dari 2.208 penumpang dan awak, hanya 700 orang yang selamat.
Setelah satu abad, peristiwa ini masih dikenang di seluruh dunia, bahkan peristiwa ini sempat pula difilmkan.
Di Belfast, Irlandia Utara, di mana Titanic dibangun, sebuah monumen peringatan diresmikan. Upacara diresmikan dengan dihadiri oleh pejabat lokal, keluarga korban dan Robert Ballard, yang menemukan bangkai Titanic di dasar laut pada tahun 1985.
[arp]
BERITA TERKAIT: