Asisten Menteri Luar Negeri China Ma Zhaoxu, yang menjadi utusan Beijing dalam pertemuan Istanbul yang membahas mengenai program nuklir Iran tersebut, mengatakan bahwa dialog berjalan dengan serius. Hasil dari dialog tersebut, lanjutnya, sangat bermanfaat dan konstruktif.
"Kami bertukar pendapat mengenai masalah nuklir Iran. Semua pihak bersedia melaksanakan dialog dan perundingan dengan dasar prinsip selangkah demi selangkah dan timbal balik serta dengan dasar kesamaan dan saling menguntungkan mengenai pembangunan saling percaya bagi penyelesaian yang layak, adil dan menyeluruh mengenai masalah nuklir Iran," kata Ma setelah pembicaraan Sabtu sebagaimana dikutip
Xinhua (Minggu, 14/4).
"Berkat upaya oleh semua pihak, pertemuan hari ini memulai proses dialog yang berkesinambungan dan telah mencapai kemajuan positif," tambah Ma.
Tak lama setelah pembicaraan antara Iran dan 5 Dewan Keamanan PBB ditambah Jerman atau yang dikenal P5+1 tersebut, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Catherine Ashton, yang memimpin delegasi keenam negara besar di dunia, juga menggambarkan bahwa pembicaraan Istanbul tersebut "konstruktif dan bermanfaat".
Ashton juga mengatakan pertemuan putaran kedua akan dilanjutkan di Baghdad, Irak, pada 23 Mei tahun ini.
[ian]
BERITA TERKAIT: