Dalam pertemuan tersebut enam negara besar yang tergabung dalam P5+1 yakni Amerika Serikat, Rusia, Cina, Inggris, Perancis dan Jerman akan meminta Republik Islam Iran untuk menghentikan program pengayaan nuklirnya yang kini telah mencapai 20 persen. Dengan presentase pengayaan tersebut, negara-negara besar ini khawatir Iran memproduksi senjata nuklir.
Pemerintah Iran sendiri mengatakan akan mengajukan sebuah "inisiatif baru" dalam pertemuan di Istanbul itu. Namun, belum ada kejelasan apakah inisiatif baru Iran ini akan menyetujui penghentian program pengayaan uraniumnya sebagaimana dikehendaki Barat.
"Iran mengirim sinyal bahwa mereka menginginkan sebuah pertemuan yang serius dan konstruktif," ujar diplomat Barat yang tidak disebutkan namanya, sesaat sebelum pertemuan antara Iran dan negara P5+1 dimulai, sebagaimana dikutip
Al Jazeera (Sabtu, 14/4).
Jika pertemuan Istanbul ini mengalami kemajuan, maka Iran setuju untuk melanjutkan pembicaraan putaran kedua di Baghdad.
Selama ini, Barat selalu menuduh Iran tengah berusaha mengembangkan kemampuan senjata nuklir. Namun, salah satu negara produsen minyak terbesar di dunia itu berulang kali mengatakan bahwa program nuklirnya adalah upaya damai untuk menghasilkan energi listrik dan isotop-isotop medis untuk pasien kanker.
[ian]
BERITA TERKAIT: