Dalam pemilu kali ini Aung San Suu Kyi akan maju mencalonkan diri sebagai wakil untuk majelis rendah dari kota Kawhmu yang berada di luar Rangoon. Peraih nobel perdamaian ini berharap pemilu kali ini membawa perubahan besar bagi negaranya.
"Kita tetap berjuang untuk bisa melangkah ke depan karena inilah yang diinginkan oleh bangsa kita," kata Suu Kyi sebagaimana dikutip
BBC (Minggu, 1/4).
Partai yang dipimpin Suu Kyi, Liga Nasional Demokrasi (NLD), akan berkompetisi memperebutkan 48 kursi kosong di Parlemen. Ini merupakan kali pertama NLD terlibat dalam pemilu Myanmar sejak tahun 1990 lalu setelah kemenangan partai tersebut dibatalkan oleh junta militer. Mereka kemudian menolak terlibat dalam pemilu Myanmar sejak peristiwa tahun 1990. Sampai akhirnya transisi kekuasaan di Myanmar berlangsung pada tahun 2010 dan mulai menunjukan kemajuan sikap pemerintah terhadap kelompok oposisi.
NLD merupakan satu dari 17 partai oposisi yang akan ambil bagian dalam pemilu hari ini. Mereka akan berhadapan dengan sejumlah partai yang mendapat dukungan dari militer.
Pemilu Myanmar kali ini dianggap sebagai pemilu yang cukup terbuka karena dipantau oleh sejumlah pengamat asing dari berbagai negara. Pemerintah Myanmar juga memberi ijin kepada sekitar 100 wartawan asing untuk meliput berlangsungnya pemilu di negara tersebut. Sejumlah pengamat ASEAN pun juga turut diundang sebagai pemantau dalam pemilu kali ini.
Uni Eropa mengatakan jika pemilu ini berlangsung dengan lancar maka kemungkinan untuk meringankan sanksi kepada Burma sangat terbuka. Bahkan Anggota Komisi Perdagangan Uni Eropa Karel De Gucht mengatakan bahwa pencabutan sanksi bisa berlangsung cepat jika memang semuanya berjalan lancar.
[ian]
BERITA TERKAIT: