Isteri Eks Presiden AS Minta Arab Saudi Tidak Kurangi Pasokan Minyak

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Sabtu, 31 Maret 2012, 15:48 WIB
Isteri Eks Presiden AS Minta Arab Saudi Tidak Kurangi Pasokan Minyak
HILLARY CLINTON/IST
rmol news logo Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton melakukan pembicaraan dengan Raja Arab Saudi Abdullah di Riyadh, pada hari Jumat (31/3) waktu setempat untuk menjaga pasokan minyak dunia tetap stabil.

Pertemuan ini dilakukan Hillary di tengah kekhawatiran Amerika Serikat dan negara-negara konsumen lain mengenai isu yang menyebutkan adanya kemungkinan  Arab Saudi akan mengurangi produksi minyak.

Pertemuan dengan Raja Arab Saudi tersebut pun digunakan istri mantan Presiden AS tersebut untuk secara langsung meminta Arab Saudi untuk tidak memangkas produksi minyak guna menetralisir dampak harga minyak jika negara-negara konsumen melepaskan cadangan minyak strategis.

Seorang pejabat AS yang mendampingi Hillary mengatakan bahwa pertemuan empat mata yang berlangsung berjam-jam antara Menlu AS dan Raja Arab Saudi tersebut juga untuk membahas upaya bersama dalam mempertahankan stabilitas pasar minyak.

"Kepentingan bersama kami untuk mempertahankan stabilitas di pasar minyak telah didiskusikan," ujar pejabat yang tidak disebutkan namanya tersebut sebagaimana dilansir Reuters (Sabtu, 31/3).

Harga minyak telah meningkat tajam sejak awal tahun ini. Seperti diketahui, harga minyak mentah global terus berada di level tinggi dalam beberapa bulan terakhir menyusul ketegangan antara AS dengan Iran.

Sepanjang bulan ini saja, harga minyak mentah dunia sempat menyentuh level 128 dolar AS per barel, mencatat rekor tertinggi sejak kenaikan pada 2008 lalu sebesar 148 dolar AS per barel. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA