Pernyataan itu dilontarkan oleh Duta Besar AS untuk Afghanistan Ryan Crocker yang khawatir dengan keadaan rakyat Afghanistan menjelang kepergian pasukan
North Atlantic Treaty Organization (NATO) dari negeri tersebut.
"Bila pasukan koalisi pergi terlalu cepat dari Afghanistan, al Qaeda tentu bisa meningkatkan kehadirannya. Sungguh sangat ironi di saat kita memutuskan lelah, mereka justru akan kembali lagi," jelas Dubes Crocker seperti dikutip
The Daily Telegraph (Sabtu 31/3).
Lebih lanjut, Crocker menambahkan bahwa sekembalinya al Qaeda ke Afghanistan memungkinkan kelompok tersebut untuk merencakan aksi teror sebagaimana yang pernah terjadi pada tahun 2001 yang lalu.
"Kehadiran Al Qaeda di Afghanistan masih kental. Bila Barat memutuskan bahwa 10 tahun di Afghanistan itu terlalu lama, maka mereka akan kembali. Nanti yang akan diserangnya bukan saja New York atau Washington, tetapi negara Barat lainnya," tambahnya.
Hal serupa juga diyakini oleh NATO yang menyebutkan bahwa lebih dari 100 orang anggota al Qaeda akan kembali ke Afghanistan, saat mereka pergi dari negara itu. Menurut pihak NATO Sebagian besar dari anggota al Qaeda yang pulang kampung itu akan membuat basis di Provinsi Kunar dan Provinsi Nuristan.
[ian]
BERITA TERKAIT: