Seorang jurubicara darurat Gaza, Adham Abu Selmeya, mengatakan kepada wartawan bahwa serangan udara terbaru Israel tersebut menghantam sebuah rumah di Gaza dan menewaskan dua orang serta melukai empat orang lainnya, tiga dari mereka merupakan anak-anak.
Abu Selmeya menyebutkan bahwa korban tewas akibat serangan Israel menjadi 10 orang dan lebih dari 14 orang Palestina mengalami luka-luka, yang lima di antaranya dalam kondisi kritis.
Sebagaimana dikutip
Xinhua (Sabtu, 10/3), situasi Gaza semakin memanas sesudah aksi pesawat tempur Israel menembak sebuah mobil di kota tersebut pada Jumat petang. Akibatnya, dua orang tewas, yang salah satunya adalah seorang komandan Komite Perlawanan Rakyat (RRC). RRC adalah sebuah faksi bersenjata yang memiliki visi selaras dengan Hamas.
Sebagai respons atas tewasnya sang jenderal, kelompok gerilyawan, terutama RRC dan Jihad Islam, menembakkan lebih dari 60 roket buatan sendiri dari Jalur Gaza ke kota-kota di Israel selatan.
Serangan tersebut mengakibatkan delapan warga Israel terluka, satu diantaranya dalam kondisi kritis. Kelompok-kelompok gerilyawan Palestina telah mengumumkan bahwa mereka tidak akan lagi berkomitmen kepada kesepakatan gencatan senjata dengan Israel yang dimediasi oleh Mesir.
[ald]
BERITA TERKAIT: