Didampingi putri bungsunya, Hugo Chavez yang tubuhnya sempat bugar kembali setelah operasi pertengahan tahun lalu, berpidato di hadapan para petinggi militer dan pendukungnya di depan Istana Kepresidenan pada Jumat (24/2) waktu setempat.
Meski kanker selalu menyerang tubuhnya, presiden berusia 57 tahun itu tetap bertekad memenangkan pemilu 7 Oktober mendatang. Jika dia menang, maka itu adalah periode keempat dia memimpin Venezuela sejak 1999 dan semakin mengukuhkan negeri itu sebagai salah satu kekuatan sosialis berpengaruh di benua Amerika.
"Saya katakan, dengan atau tanpa kanker, hujan dan petir pasti akan turun. Tidak ada yang sanggup menghindari kemenangan saya pada 7 Oktober mendatang di pemilu Presiden Venezuela," ujar Chavez, sebagaimana dikutip
Associated Press (Sabtu, 25/2).
Setelah berpidato, Chavez kemudian masuk ke dalam sebuah mobil berwarna hitam yang kemudian mengantarnya menuju bandara sebelum terbang ke Kuba.
Tim medis Chavez di Kuba mengatakan bahwa sebelumnya Chavez memiliki tumor sebesar bola kasti di bagian panggulnya. Tumor tersebut telah diangkat, namun sebuah tumor kecil kembali muncul dan memaksa dirinya untuk kembali ke Kuba. Belum disebutkan di bagian mana tumor baru bercokol.
[ald]
BERITA TERKAIT: