Sebagaimana dilansir
BBC (Sabtu, 14/1), Sekjen PBB Ban Ki-moon, dalam sebuah pesannya yang ditujukan kepada rakyat Tunisia, menyatakan, dunia diilhami oleh perubahan politik yang terjadi di Tunisia. Menurutnya, tuntutan demokrasi, kebebasan dan penghormatan martabat, yang diteriakkan warga Tunisia, akhirnya memaksa pemimpin lama Tunisia Ben Ali melarikan diri ke Arab Saudi.
Peristiwa bersejarah yang terjadi setahun silam itu juga berhasil memicu perubahan politik di sejumlah negara Arab di Afrika Utara dan Timur Tengah yang kemudian dikenal dengan sebutan Arab Spring akan diperingati secara khusus oleh pemerintah Tunisia.
Sedianya, peringatan Arab Spring ini akan dipimpin langsung oleh Presiden Tunisia Moncef Mazouki Perdana menteri Hamadi Jebali and Ketua parlemen Mustapha Ben Jaafar. Acara sedianya akan dihadiri oleh sejumlah pemimpin Afrika utara serta Timur Tengah.
Sementara itu, dalam peringatan ini pemerintah Tunisia akan memberikan pembebasan bersyarat kepada sekitar 5 ribu tahanan. Pembebasan bersyarat ini akan diutamakan pada para tahanan perempuan, lanjut usia, orang asing, serta bukan napi kriminal.
[arp]
BERITA TERKAIT: