Parlemen Liga Arab sebelumnya menyerukan, agar tim pemantau segera ditarik dari Suriah, karena dinilai telah gagal dalam menjalankan misinya untuk mengakhiri kekerasan yang selama ini terjadi di Suriah.
Wacana untuk melibatkan PBB ini muncul pertama kali dari pemerintah Qatar. Qatar mengusulkan, agar Liga Arab turut melibatkan PBB untuk membantu melakukan pemantauan, apakah Suriah sudah bertindak sesuai dengan komitmennya dalam mengakhiri kekerasan.
"Suriah tidak menaati inisiatif Liga Arab dan tim pemantau tidak bisa tinggal di Suriah, itu hanya membuang-buang waktu saja. Tentara Suriah tidak pernah benar-benar ditarik dan pembunuhan masih terus terjadi disana," ujar Perdana Menteri Qatar Sheikh Hamad bin Jassim al-Thani sebagaimana dikutip
BBC (Minggu, 8/1).
Selain untuk menyepakati keterlibatan PBB, pertemuan tersebut juga akan membahas bagaimana cara, agar tim pemantau utusan Liga Arab bisa lebih bebas bergerak di Suriah, karena selama kunjungan pertama, mereka harus selalu dikawal pasukan pemerintah.
[ysa]
BERITA TERKAIT: