Militan Palestina diduga menembakkan sedikitnya 12 roket ke Israel Selatan. Serangan ini, memicu Israel untuk kembali menyerang Jalur Gaza sebagaimana terjadi pada awal tahun 2009 lalu.
Serangan tersebut mengenai sebuah bangunan sekolah kosong di Beersheba dan menghantam kota Ashkelon, Namun demikian tidak dilaporkan adanya korban jiwa dalam serangan tersebut.
"Militer Israel tidak akan ragu untuk melebarkan operasinya dan merespon serangan ini dengan kekuatan yang kami miliki," kata juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Brigadir Jenderal Yoav Mordechai, sebagaimana dikutip
Aljazeera (Minggu, 21/8).
Pihak Hamas mengatakan bahwa pihaknya bertanggung jawab atas serangan roket tersebut. Ini adalah kali pertamanya Hamas menyatakan keterlibatannya dalam serangan roket terhadap Israel pasca gencatan senjata dengan Israel sejak Januari 2009.
Pertumpahan darah sudah dimulai Kamis (18/8), ketika sejumlah pria bersenjata masuk ke kota wisata Laut Merah, Eilat melalui Mesir. Orang-orang bersenjata yang menurut Israel datang dari Jalur Gaza ini kemudian melakukan serangan di jalan raya yang melintasi padang pasir dan menewaskan delapan orang.
[wid]
BERITA TERKAIT: