Dalam permintaan maafnya, Murdoch mengaku menyesal dan tidak akan bertindak cepat dalam menangani sebuah masalah, juga atas penyadapan telepon yang dilakukan
News of the World.
Sebelumnya perusahaan media Murdoch ini telah menghadapi ancaman serius di Inggris ketika sejumlah orang menyatakan pemboikotan terhadap News Corporation. Pemerotes ini menggunakan akun Twitter dan Facebook untuk tidak membeli
Harian The Sun, The Times, The Sunday Times dan melarang menonton
Sky.Sebagaimana dilansir
BBC (Sabtu, 16/7),
News of the World melakukan penyadapan telepon terhadap korban pembunuhan Milly Dowler. Kasus penyadapan ini mengemuka setelah keluarga Milly Dowler, seorang anak perempuan yang tewas dibunuh, namun teleponnya disadap oleh
News of The World sehingga sempat dianggap masih hidup oleh keluarganya terungkap.
Akibat skandal penyadapan telepon ini sejumlah editor dan orang terdekat Rupert Murdoch menyatakan mundur dari jabatan. Direktur Eksekutif News International, konglomerasi media milik Rupert Murdoch, Rebekah Brooks mengundurkan diri di tengah skandal penyadapan telepon. Brooks juga meminta maaf kepada orang orang yang ia lukai perasaannya.
Les Hinton, salah satu top eksekutif yang telah bekerja selama lebih dari setengah abad besama Rupert Murdoch, juga menyatakan mundur meski dia tidak tahu dengan jelas apa yang sebenarnya terjadi tapi keadaan membuatnya untuk mundur.
Saat ini
News of the World telah berhenti beredar tapi kasusnya masih terus berjalan. Belakangan diketahui bahwa tabloid milik kerajaan Rupert Murdoch ini kerap melakukan penyadapan terhadap sejumlah tokoh untuk keperluan pemberitaan.
[zul]
BERITA TERKAIT: