Pasukan Utara Kuasai Wilayah Penghasil Minyak di Sudan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Minggu, 22 Mei 2011, 10:48 WIB
Pasukan Utara Kuasai Wilayah Penghasil Minyak di Sudan
ilustrasi/ist
RMOL. Tentara Sudan Utara (SAF) telah menguasai wilayah yang di sengketakan, Abyei, setelah menggempur tentara Pembebasan Rakyat Sudan (SPLA)  selama tiga hari dan menewaskan 22 orang.

Sedikitnya ada 15 tank dari angkatan bersenjata Sudan Utara menduduki pusat kota Abyei. Televisi Sudan yang berbasis di Khartoum, Ibukota Sudan, juga menyiarkan bahwa pasukan utara telah memukul mundur pasukan musuh di kota Abyei.

Sementara Juru bicara tentara Selatan, Philip Aguer, menyatakan bahwa tentara Utara telah melanggar kesepakatan perdamaian 2005 karena telah melakukan serangan ke wilayah Selatan. Menurutnya, tentara utara yang memulai pengeboman di kota Abyei, kemudian membombardir empat desa di wilayah tersebut.

"Polisi kami telah berjuang tetapi SAF (Angkatan Bersenjata Sudan Utara) telah mengirim banyak tentara," ujar Philip Aguer sebagaimana dilansir Aljazeera (Minggu, 22/5).

Sudan Utara dan Selatan telah terlibat perang saudara selama beberapa dasawarsa hingga menewaskan sebanyak 2 juta orang. Perang itu berakhir melalui sebuah kesepakatan perdamaian 2005, yang menghasilkan referendum bagi warga Sudan Selatan untuk melakukan pemungutan suara agar bisa  memisahkan diri dari Sudan Utara.

Namun ketegangan telah meningkat di wilayah perbatasan Abyei yang juga merupakan wilayah penghasil minyak di Sudan. Analisa sementara mengatakan bahwa kedua belah pihak sedang memperebutkan hasil minyak bumi yang berada di wilayah Abyei. [yan]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA