Wow, Bini Muda Osama Jadi Rebutan Obama & Zardari

Setelah Dihabisi AS, Bos Al Qaeda Jadi Seleb

Minggu, 08 Mei 2011, 02:00 WIB
Wow, Bini Muda Osama Jadi Rebutan Obama & Zardari
Amal al-Sadah
RMOL.Orang mati meninggalkan nama. Itulah yang menimpa pemimpin Al Qaeda Osama bin Laden.

Osama makin ngetop kayak se­­leb setelah dibunuh Amerika Se­rikat (AS). Kehidupan priba­di­nya menarik perhatian dunia.

Misalnya, berapa sih jumlah istri dan anaknya. Osama (54) punya enam istri dan dikaruniai 24 anak. Istrinya ditempatkan di rumah-rumah terpisah di Arab Saudi dan Sudan.

Di antara keenam istri Osama Bin Laden, istri terakhirnya Amal al-Sadah, kini menjadi rebutan AS (Presiden AS Ba­rack Obama) dan Pakistan (Pre­siden Asif Ali Zardari). Kedua negara ini bere­but hak untuk menahan Sadah. Dia kini dita­han Pakistan. Pa­kistan Rabu (4/5), menolak per­mintaan AS untuk ber­bicara dengan Sadah.

Sadah, yang kakinya tertem­bak, kini diamankan Oto­ritas Pakistan. Istri mendiang Osama di­sebutkan ditembak di kakinya dalam pe­nyergapan pasukan elite AS.

Media massa menyebut, Sa­dah yang ber­kebangsaan Ya­man berusia 29 tahun, adalah istri termuda Osa­ma. Mereka dikarunia satu putri. Sadah tampaknya istri pa­ling disa­yang Osama. Sebab, ketika pa­sukan AS menyerbu dia se­dang menemani Osama.

“Dia bergegas pergi dan di­tem­bak di kakinya, tidak tewas,” kata juru bicara Gedung Putih Jay Car­ney. Sebelumnya, pejabat AS me­nuding perempuan itu menjadi pe­risai hidup untuk melindungi Osa­ma yang tertem­bak dada dan kepala.

Osama tewas dalam penyer­buan pasukan elite AS, US Navy Seal, di kediamannya di Abotta­bad, Pa­kistan, Senin dini hari (2/5). Juru bicara Militer Pakistan Mayjen Athar Abbas mengata­kan, setelah AS meng­gerebek ke­diaman Osa­ma, se­mua yang ada di rumah itu ditahan Pakistan.

“Mereka akan segera dikem­balikan ke negara asalnya ma­sing-masing,” kata Abbas ke­pada CNN. Menurut Daily Mail edisi Rabu (4/5), empat anak Osama dan se­orang istrinya ditahan Pakistan. Namun tidak dijelas­kan, apakah empat anak itu ba­gian dari 24 anak Osama. Anak-anak itu berusia hingga 12 tahun, satu di antaranya ber­nama Sofia.

Sadah, kini diperebutkan AS dan Pakistan.  Pakistan menolak izin AS untuk menginterogasi Sadah di rumah sakit militer di Rawalpindi, tempat dia dirawat.

Pakistan mengatakan, Sadah akan dikirim kembali ke Yaman setelah dia pulih. Langkah ini akan mencegah AS dari mengi­n­terogasinya tentang awal mula keberadaan Osama. Kabar yang beredar, Dinas Intelijen Pakis­tan (ISI) tak ingin rincian hu­bu­­ngan antara Pakistan dan Al Qae­da terbongkar dari mulut­nya.

Sadah konon dinikahi Osama di Afghanistan saat dia ber­usia 17 tahun. Dia lahir di Yaman, ber­asal dari salah satu keluarga terpandang. Per­kawinan itu dil­aporkan diatur untuk mem­per­kuat hubungan para teroris de­ngan negara-ne­gara Teluk. Osa­ma telah mengi­rimnya pu­lang ke Yaman demi kese­la­matannya. Tapi entah ke­napa, dia kembali.

Kepada para penyelidik Pakis­tan Sadah mengaku, mereka tinggal di kompleks itu sejak 2005, dan dia tidak pernah keluar rumah persembunyian di Ab­botabad selama lima tahun. Di rumah itu, Sadah tinggal ber­sama delapan anak Osama dari rahim­nya, dan lima anak Osama dari istrinya yang lain.

Namun, dari interogasi kepada Sadah, belum diketahui berapa lama Osama tinggal di rumah persembunyian itu. Tidak dike­tahui pula apa Osama pernah me­ning­galkan rumah itu selama lima tahun seperti Sadah.

Tokoh Al Qaeda Yaman, Sheikh Rashed Mohammed Saeed Is­mail, mengaku menjadi orang yang menjodohkan Sadah dengan Osama. “Saya yang mengatur per­jodohan Amal al-Sadah. Dia murid saya. Waktu ke Afgha­nis­tan tahun 2000 saya juga yang mendampinginya,” aku Ismail kepada Yemen Post tahun 2008.  

Osama tewas setelah sebuah peluru bersarang di kepalanya. Walau melakukan perlawanan, juru bicara Gedung Putih Jay Carney mengakui, Osama tidak bersenjata saat ditembak. Jasad­nya, konon dilarungkan ke laut dengan alasan tidak ada yang mau me­nerima kuburannya.

Al Qaeda adalah kelompok militan Islam global yang didi­rikan Osama antara Agustus 1988 dan akhir 1989. Mereka ber­ope­rasi sebagai jaringan yang meng­gabungkan tentara mut­li­nasional yang tak me­nga­kui negara dan gerakan radikal Mus­lim Sunni yang mengam­pa­nye­kan jihad global.

Kelompok ini menyerang war­­ga sipil dan target-target mi­liter di berbagai negara. Yang paling terkenal adalah serangan 11 Sep­tember di New York City dan Was­hington D.C. pada 2001. Pemerintah AS ke­mudian meng­gebrak dengan misi perang mela­wan teror. Al Qaeda terus eksis dan tumbuh selama satu dekade mu­lai 2001 hingga 2011. [RM]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA