“Ini sarana aku berkreasi dan bersantai. Biasanya di lokasi syuting aku jadi pemain. Ini perÂtama kali dalam hidupÂku jadi director,†ujar Rachel keÂpada wartawan, baru-baru ini.
Firasat cuma berdurasi 15 menit. Nantinya film itu akan digabungkan ke dalam sebuah judul besar Recto Verso yang berasal dari novel karya penulis Dewi ‘Dee’ Lestari.
“Memang tawarannya datang dari sahabat, Marcella Zalianty. Ini film omnibus, filmnya diÂbuat oleh sutradara cewek-ceÂwek seÂmua. Satu orang dapat saÂÂtu film pendek, dua hari syuÂting, durasi 15 menit,†jelas RaÂchel yang menikah untuk kedua kalinya pada 16 Desember 2011.
Mengarahkan pemain-peÂmain kenamaan bukanlah perÂkara mudah. Ia mengaku masih dalam tahap belajar.
“Ini media belajar yang baik. Itu tawaran berharga dan nggak datang dua kali. MesÂkiÂpun beÂlajar, aku nggak mau asal-asalÂan, tapi serius,†jelasÂnya.
Dalam Firasat, Rachel lebih baÂnyak mengambil suasana alam. Meski waktu tayangnya sangat singkat, dia berusaÂha merangkum keindahan daÂlam setiap penggal adeganÂnya.
Siap menerima tawaran lebih besar? “Sekarang test drive dulu film pendek. Kalau nanti ada film full coba sendiri deh, belum kepikiran. Aku lagi konÂsentrasi banget sama film ini. Aku nggak tahu apakah akan ada film selanjutnya, atau ini karya terakhirku. Ini akan jadi karya yang masterÂpiece kalau memang cuma satu-satunya,†tukasnya. [Harian Rakyat Merdeka]
< SEBELUMNYA
BERIKUTNYA >
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: