Dikutip dari
CNBC International, Jumat 22 Mei 2026, pada penutupan perdagangan Kamis, indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 276,31 poin atau 0,55 persen ke level 50.285,66 dan mencetak rekor penutupan tertinggi baru. Sementara S&P 500 naik 0,17 persen menjadi 7.445,72, sedangkan Nasdaq Composite menguat 0,09 persen ke posisi 26.293,10.
Kenaikan saham di Wall Street terjadi meski pasar sempat dilanda volatilitas tinggi sepanjang pekan ini. Investor sebelumnya khawatir terhadap lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat jangka panjang yang dapat menekan pasar saham.
Imbal hasil obligasi Treasury tenor 30 tahun sempat menembus 5,19 persen, level tertinggi sejak sebelum krisis keuangan global 2008. Namun pada Kamis, imbal hasil mulai turun ke sekitar 5,09 persen, sehingga membantu meredakan tekanan di pasar keuangan.
Selain itu, harga minyak dunia juga turun karena pasar mulai optimistis terhadap peluang meredanya konflik di Timur Tengah. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melemah hampir 2 persen ke 96,35 Dolar AS per barel, sementara minyak Brent turun lebih dari 2 persen menjadi 102,58 Dolar AS per barel.
Pelaku pasar juga menyoroti rencana Presiden AS Donald Trump yang dijadwalkan melantik Kevin Warsh sebagai pimpinan baru Federal Reserve menggantikan Jerome Powell. Pergantian pimpinan bank sentral AS dinilai dapat memengaruhi arah kebijakan suku bunga dan pergerakan pasar ke depan.
BERITA TERKAIT: