Dikutip dari
Reuters, Kamis 16 April 2026, pada penutupan Rabu indeks Dow Jones Industrial Average turun tipis 0,15 persen. Sementara S&P 500 naik 0,80 persen dan berhasil mencatat rekor penutupan tertinggi sepanjang masa. Nasdaq bahkan melonjak lebih kuat, naik 1,60 persen, sekaligus memperpanjang reli menjadi 11 hari berturut-turut -- terpanjang sejak November 2021.
Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya selera risiko investor. Harapan bahwa konflik di Timur Tengah dapat mereda membuat pasar lebih tenang, terutama karena konflik tersebut sebelumnya sempat mengganggu pasar energi global dan memicu kekhawatiran inflasi serta suku bunga.
Selain faktor geopolitik, kinerja perusahaan juga menjadi pendorong utama. Saham bank besar seperti Bank of America dan Morgan Stanley menguat setelah melaporkan kenaikan laba kuartalan. Sektor keuangan pun ikut terdorong naik, memperkuat sentimen positif di pasar.
Sektor teknologi menjadi bintang utama. Indeks teknologi dalam S&P 500 melonjak lebih dari 2 persen, dengan saham perangkat lunak mencatat kenaikan tajam selama tiga hari berturut-turut. Dorongan tambahan datang dari Broadcom yang naik setelah Meta memperpanjang kerja sama pengembangan chip.
Meski demikian, tidak semua sektor menguat. Sektor material dan industri justru melemah, masing-masing turun lebih dari 1 persen. Hal ini menunjukkan bahwa reli pasar masih belum merata dan lebih ditopang oleh sektor-sektor tertentu, terutama teknologi.
Beberapa saham juga mencatat pergerakan ekstrem. Saham perusahaan komputasi kuantum seperti Rigetti, D-Wave, dan Arqit melonjak tajam. Di sisi lain, saham Allbirds melejit drastis hingga ratusan persen setelah mengumumkan peralihan bisnis ke infrastruktur AI.
BERITA TERKAIT: