Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi bagi berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem halal di Bangka Belitung, sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi pelaku usaha, khususnya UMK, terhadap sertifikasi halal, edukasi, pembiayaan, pasar, dan jejaring bisnis.
Kegiatan ini juga menjadi momentum penting bagi peresmian gedung baru LPPOM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, launching Halal Service Point (HSP), serta launching Program Agen Halal, sebagai bagian dari penguatan layanan dan jaringan pendampingan halal di daerah.
“Kami ingin mewujudkan UMKM Bangka Belitung yang halal, berdaya saing, dan siap menembus pasar, baik nasional maupun ekspor," kata Direktur LPPOM Bangka Belitung, Muhammad Ihsan, dalam keterangannya, Rabu 9 September 2026.
Sementara, Direktur Utama LPPOM, Muti Arintawati menegaskan bahwa penguatan ekosistem halal tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga atau satu sektor saja.
"Sertifikasi halal merupakan salah satu bagian penting, tetapi pelaku usaha juga membutuhkan edukasi, pendampingan, akses pembiayaan, akses pasar, jejaring bisnis, inovasi, serta dukungan dari berbagai pemangku kepentingan,” kata Muti.
Melalui Halal Connect 2026, LPPOM berupaya mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, lembaga keuangan, akademisi, komunitas, pembeli atau buyer, organisasi, serta berbagai pihak lainnya untuk membangun konektivitas yang lebih kuat.
Muti menilai Bangka Belitung memiliki potensi besar dalam pengembangan ekosistem halal. Potensi tersebut diharapkan tidak hanya berhenti sebagai potensi. Tetapi mampu berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Kita ingin semakin banyak pelaku usaha, khususnya UMK, mendapatkan akses terhadap sertifikasi halal," kata Muti.
BERITA TERKAIT: