Pertumbuhan pendapatan ditopang kenaikan volume penjualan batu bara sebesar 5 persen menjadi 12,3 juta ton. Harga jual rata-rata (ASP) juga meningkat 4 persen menjadi 81 Dolar AS per ton.
Sejalan dengan itu, laba kotor ITM naik 14 persen menjadi 256 juta Dolar AS dan EBITDA meningkat 11 persen menjadi 181 juta Dolar AS.
Dari sisi operasional, produksi batu bara tercatat 9,9 juta ton, sedikit lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, peningkatan penjualan mampu menjaga pertumbuhan pendapatan, terutama didukung penguatan harga acuan batu bara dan permintaan dari sejumlah pasar utama seperti Jepang, Filipina, dan Thailand.
Kenaikan penjualan juga mendorong kontribusi ITM kepada negara. Pembayaran royalti meningkat 7 persen secara tahunan menjadi 111 juta Dolar AS.
Presiden Direktur ITM Mulianto mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan kemampuan perusahaan menjaga kinerja di tengah tekanan biaya penambangan dan pengangkutan.
“Kinerja semester pertama 2026 menunjukkan bahwa ITM mampu menjaga momentum pertumbuhan di tengah dinamika biaya dan pasar. Peningkatan volume penjualan dan harga jual rata-rata memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan pendapatan dan laba,” ujar Mulianto, dalam keterangannya, dikutip Rabu 9 September 2026.
Dari sisi keuangan, ITM tetap memiliki struktur permodalan yang kuat. Per 30 Juni 2026, total aset mencapai 2.417 juta Dolar AS, dengan kas dan setara kas sebesar 738 juta Dolar AS serta deposito jangka pendek 66 juta Dolar AS. Sementara itu, total liabilitas tercatat 506 juta Dolar AS dan ekuitas mencapai 1.910 juta Dolar AS.
Di tengah bisnis batu bara, ITM juga terus memperbesar portofolio energi bersih melalui pengembangan pembangkit listrik tenaga surya. Hingga kuartal II 2026, kapasitas solar PV yang telah terkontrak mencapai 152 MWp, dengan 86 MWp di antaranya sudah beroperasi.
Kapasitas terkontrak tersebut tumbuh 12 persen secara kuartalan dan lebih dari dua kali lipat dibandingkan setahun sebelumnya.
Mulianto menegaskan transformasi bisnis ITM tidak hanya diarahkan pada ekspansi, tetapi juga pada penguatan aspek lingkungan dan keberlanjutan.
“Pengembangan bisnis pembangkit listrik berbasis energi surya dan penguatan kinerja ESG merupakan bagian dari perjalanan kami untuk membangun bisnis yang semakin beragam, bertanggung jawab, dan menciptakan nilai jangka panjang,” katanya.
BERITA TERKAIT: