Purbaya Curhat Suka Duka jadi Menkeu, Berat Badan Sempat Turun 14 Kg

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/alifia-dwi-ramandhita-1'>ALIFIA DWI RAMANDHITA</a>
LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA
  • Selasa, 08 September 2026, 16:31 WIB
Purbaya Curhat Suka Duka jadi Menkeu, Berat Badan Sempat Turun 14 Kg
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)
Kecil Besar
rmol news logo Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap beratnya pekerjaan yang harus dijalani selama hampir setahun menjabat sebagai Bendahara Negara.

Ia mengungkapkan berat badannya sempat turun menjadi 88 kilogram dari 102 kg saat pertama kali menjadi Menkeu.

"Dukanya dulu lah. Kalau lihat berat badan saya kan, pas jadi menteri saya 102. Sekarang 97, udah 98, sudah recover. Sebelumnya turun sampai 88. Berarti kerjanya emang berat ya, Kementerian Keuangan,” kata Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Selasa, 8 September 2026.

Meski mengakui pekerjaannya cukup berat, Purbaya mengaku tetap menikmati perannya sebagai Menteri Keuangan. 

Terlebih, posisinya saat ini membuat ia bisa melihat langsung bagaimana teori ekonomi yang selama ini dipelajarinya bekerja di lapangan.

"Kalau sukanya sih fun. Kalau untuk ilmuwan seperti saya, saya ekonom kan ilmuwan ya. Itu paling menarik adalah ketika kita bisa menguji teori-teori di lapangan langsung dan kita lihat hasilnya sesuai dengan apa yang kita prediksi atau yang kita rencanakan,” jelas Purbaya.

Ia kemudian menyinggung kondisi ekonomi Indonesia yang menurutnya mulai menunjukkan perkembangan positif.

Purbaya bahkan memastikan Indonesia sudah mulai keluar dari pola pertumbuhan ekonomi yang selama ini hanya berada di kisaran 5 persen.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat 5,39 persen pada kuartal IV 2025 dan naik menjadi 5,61 persen pada kuartal I 2026. Sementara pada kuartal II 2026, pertumbuhan ekonomi turun tipis menjadi 5,29 persen.

Menurut Purbaya, perlambatan tersebut tidak perlu dikhawatirkan karena dipengaruhi gangguan ekonomi global.

Ia pun optimistis pertumbuhan ekonomi kembali mengarah ke level 6 persen. Bahkan, angka tersebut diyakini bisa mulai terlihat pada kuartal IV 2026.

"Saya pastikan sudah keluar dari kutukan pertumbuhan 5 persen. Triwulan keempat tahun lalu kan 5,39 persen. Triwulan pertama 5,61, triwulan kedua 5,29. Agak turun sedikit, tapi karena gangguan global. Tapi sekarang siap untuk gerak ke arah 6 persen lagi. Saya pikir triwulan keempat tahun ini bisa mendekati 6 persen pertumbuhannya,” tegasnya.

Keyakinan tersebut, lanjut Purbaya, tidak terlepas dari mulai bergeraknya sektor swasta. Ia melihat aktivitas dunia usaha mulai meningkat dan menjadi sinyal bahwa mesin pertumbuhan ekonomi nasional kembali bekerja.

"Mesin pertumbuhan mulai bergerak. Sektor swasta mulai bergerak pelan-pelan lebih cepat dari sebelumnya ya. Pemerintah juga berjalan dengan baik. Harusnya sih kalau ini dijaga terus, ya pertumbuhan 6 persen nggak terlalu jauh untuk kita lihat dalam waktu tidak terlalu lama,” pungkasnya. rmol news logo article


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA