Indeks ditutup naik 55,28 poin atau 0,83 persen ke level 6.674,95.
Berdasarkan data Stockbit, penguatan tersebut ditopang mayoritas indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Sektor perindustrian menjadi penguat paling tinggi dengan kenaikan 1,26 persen. Berikutnya sektor energi naik 1,23 persen, barang baku 1,07 persen, infrastruktur 1,04 persen, serta barang konsumer primer 0,97 persen.
Penguatan juga terjadi pada sektor barang konsumer non-primer sebesar 0,81 persen, transportasi 0,73 persen, keuangan 0,65 persen, properti dan real estat 0,49 persen, serta kesehatan 0,35 persen.
Sementara itu, sektor teknologi menjadi satu-satunya sektor yang berada di zona merah dengan koreksi 0,50 persen.
Dari aktivitas perdagangan, volume transaksi mencapai 22,65 miliar saham dengan nilai transaksi Rp8,16 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sekitar 1,35 juta kali.
Sebanyak 386 saham menguat, 213 saham melemah, sedangkan 191 saham lainnya stagnan.
Di jajaran saham LQ45, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) menjadi salah satu penguat utama dengan kenaikan 4,90 persen ke Rp535 per saham. Disusul PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) yang naik 4,48 persen ke Rp1.515 dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menguat 4,31 persen ke Rp4.600 per saham.
Sementara di pasar secara keseluruhan, sejumlah saham mencatat kenaikan signifikan. POLA (Pool Advista Finance) melonjak 34,62 persen ke Rp70, CENT (Centratama Telekomunikasi Indonesia) naik 26,73 persen ke Rp128.
Kemudian SOHO (Soho Global Health) naik 22,92 persen ke Rp1.850 dan PPRI (Paperocks Indonesia) menguat 19,53 persen ke Rp202.
Di sisi lain, NZIA (Nusantara Almazia) menjadi saham dengan penurunan terdalam, yakni 10,53 persen ke Rp204.
Penguatan IHSG pada sesi I ini melanjutkan pergerakan positif sejak pembukaan. IHSG sebelumnya dibuka di level 6.639,51 atau naik 0,30 persen dari penutupan perdagangan sehari sebelumnya.

BERITA TERKAIT: