Public Expose

Bukan Cuma Jaringan, Telkom Bidik Cuan dari Infrastruktur Digital

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Selasa, 08 September 2026, 08:44 WIB
Bukan Cuma Jaringan, Telkom Bidik Cuan dari Infrastruktur Digital
PT Telkom Indonesia Tbk (Foto: Dok Perusahaan)
Kecil Besar
rmol news logo Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mulai mengerek nilai bisnis infrastruktur digital melalui penguatan InfraNexia dan NeutraDC. Kedua bisnis tersebut diposisikan sebagai sumber pertumbuhan baru sekaligus bagian penting dari strategi penciptaan nilai jangka panjang perseroan.

Langkah ini menjadi bagian dari transformasi TLKM 30, yang salah satunya mendorong setiap lini bisnis memiliki fokus, kinerja, dan akuntabilitas yang lebih jelas.

Pada bisnis infrastruktur, Telkom mengarahkan InfraNexia menjadi neutral carrier yang tidak hanya melayani kebutuhan ekosistem TelkomGroup, tetapi juga membidik pelanggan eksternal. Perseroan tengah mempersiapkan spin-off tahap kedua InfraNexia yang ditargetkan rampung pada kuartal III 2026.

Dengan langkah tersebut, InfraNexia akan menjadi entitas utama yang menggarap bisnis wholesale connectivity TelkomGroup dan membuka ruang monetisasi yang lebih besar dari aset infrastruktur digital.

“Sebagai bagian dari implementasi TLKM 30, delayering ini sangat penting karena kami ingin setiap bisnis di TelkomGroup memiliki akuntabilitas dan yang lebih jelas dan fokus pada bisnis inti, dengan visibilitas yang lebih baik terhadap kinerja, arus kas, dan investasi pada masing-masing bisnis," papar Direktur Utama Telkom Dian Siswarini dalam Public Expose Live 2026, Senin 7 September 2026.

"Kami juga dapat mengambil keputusan strategis secara lebih cepat dan tepat, termasuk dalam menentukan ke mana resource dan capital perlu diarahkan. Ini menjadi fondasi penting bagi Telkom untuk tumbuh lebih sehat sekaligus memberikan nilai tambah yang lebih besar ke depan,” lanjutnya. 

Selain konektivitas, bisnis data center melalui NeutraDC juga menunjukkan prospek yang kuat. Pada semester I 2026, pendapatan NeutraDC mencapai Rp867 miliar, tumbuh 11 persen secara tahunan, dengan kapasitas efektif 49,9 MW.

Permintaan fasilitas hyperscale data center tetap tinggi. Okupansi HDC Cikarang telah mencapai 96 persen, sementara HDC Batam ditargetkan mulai beroperasi pada semester II 2026 dengan kapasitas awal 6 MW.

Telkom akan terus menambah kapasitas data center melalui pertumbuhan organik dan strategic partnership, dengan tetap menjaga disiplin investasi.

Strategi tersebut berjalan di tengah kinerja positif Telkom. Hingga semester I 2026, perseroan mencatat pendapatan konsolidasi Rp75,9 triliun, tumbuh 3,9 persen secara tahunan, dengan EBITDA Rp37,5 triliun dan laba bersih Rp10,6 triliun.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom Arthur Angelo Syailendra mengatakan perseroan ingin memastikan transformasi yang dijalankan tidak hanya memperbaiki struktur bisnis, tetapi juga menghasilkan nilai ekonomi yang berkelanjutan.

“Dengan fundamental yang semakin kuat dan transformasi yang terus berjalan, kami yakin Telkom berada pada jalur yang tepat untuk mencapai target 2026," ujar Angelo.

"Fokusnya adalah menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, profitabilitas, dan disiplin modal. Kami ingin memastikan setiap langkah transformasi memberikan dampak yang semakin nyata terhadap kinerja dan pada akhirnya mampu memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi stakeholders, dengan tetap memberikan layanan terbaik bagi seluruh masyarakat,” tutup Angelo. rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA