Dalam keputusan tersebut, pemegang saham mengganti Muhammad Akbar Djohan dari posisi Direktur Utama. Posisinya kini ditempati Wilgo Zainar.
Pergantian juga terjadi pada posisi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko. Daniel Fitzgerald Liman dicopot dari jabatan tersebut dan digantikan oleh Thomas Christian.
Selain merombak jajaran direksi, pemegang saham mengangkat Didik Hariyanto sebagai Komisaris Independen.
Perubahan susunan pengurus ini menjadi bagian dari langkah perseroan untuk mengawal transformasi Krakatau Steel agar semakin maju, tangguh, dan berkelanjutan.
Berdasarkan susunan terbaru yang diumumkan perseroan, jajaran komisaris Krakatau Steel kini terdiri atas Hendro Martowardojo sebagai Komisaris Utama, David Pajung dan Didik Hariyanto sebagai Komisaris Independen, serta Setia Diarta dan Adityo Haryo Bimo sebagai Komisaris.
Sementara itu, jajaran direksi diisi Wilgo Zainar sebagai Direktur Utama, Sidik Darusulistyo sebagai Direktur Infrastruktur dan Operasi, Thomas Christian sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, Hernowo sebagai Direktur Komersial, Pengembangan Usaha dan Portofolio, serta Suryantoro Waluyo sebagai Direktur Sumber Daya Manusia.
Krakatau Steel merupakan BUMN yang bergerak di industri produksi baja terpadu dan berbasis di Cilegon, Banten. Perusahaan berdiri pada 31 Agustus 1970, dengan sejarah yang berawal dari Proyek Besi Baja Trikora yang diinisiasi pada era Presiden Soekarno.
Perseroan tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham KRAS dan dikenal sebagai salah satu pemain utama industri baja nasional.
BERITA TERKAIT: