Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengurai, target PNBP 2027 diproyeksikan sekitar Rp517,4 triliun atau turun sekitar 10 persen dibandingkan
outlook PNBP 2026.
"2027 asumsi minyak lebih rendah. Tahun ini rata-rata di atas itu sehingga otomatis PNBP cenderung turun, asumsi harga batu bara dan minyaknya juga turun," ujar Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Jakarta, Kamis, 3 September 2026.
Meski target PNBP menyusut, Purbaya memastikan pemerintah masih memiliki sumber penerimaan lain yang dapat dimanfaatkan untuk menjaga ruang fiskal.
Salah satu yang dibidik adalah keuntungan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Sebagian keuntungan lembaga tersebut nantinya akan dimasukkan sebagai penerimaan negara sekaligus menjadi cadangan anggaran pemerintah.
"Kita masih punya sumber-sumber lain yang kita bisa manfaatkan sebagai sumber pemasukan baru. Salah satu yang agak kelihatan dari jauh, kelihatannya dari Danantara tuh kita akan masukin ke PNBP situ," jelasnya.
Purbaya menyebut pemanfaatan keuntungan Danantara tersebut merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto.
Ia mengatakan, sebagian keuntungan Danantara akan disiapkan sebagai cadangan anggaran sehingga pemerintah memiliki bantalan fiskal ketika penerimaan negara dari sumber lain mengalami tekanan.
"Walaupun mereka masih protes, tapi perintah Bapak Presiden sebagian keuntungan Danantara dijadikan cadangan anggaran pemerintah, jadi kita aman, ruang fiskal tetap terjaga," tandasnya.
BERITA TERKAIT: