Saham Nokia sempat menyentuh level tertinggi 9,48 Euro dan terendah 8,88 Euro. Penguatan ini melanjutkan lonjakan 9,27 persen pada perdagangan sehari sebelumnya, ketika saham ditutup di 9,01 Euro dari 8,22 Euro.
Kinerja saham Nokia mendapat dorongan dari prospek bisnis infrastruktur kecerdasan buatan (AI) dan komputasi awan. Pada kuartal II 2026, laba per saham (EPS) mencapai 0,07 Euro, naik dari 0,04 Euro pada periode yang sama tahun sebelumnya dan melampaui ekspektasi 0,05 Euro.
Pendapatan Nokia juga meningkat menjadi 4,815 miliar Euro, naik 8 persen secara tahunan. Laba operasi comparable tumbuh 18 persen menjadi 434 juta Euro. Nokia kemudian menaikkan target laba operasi comparable 2026 menjadi 2,1 miliar-2,6 miliar Euro dari proyeksi sebelumnya 2 miliar-2,5 miliar Euro.
Perhatian investor terutama tertuju pada bisnis AI dan cloud. Nokia mengantongi pesanan senilai sekitar 2,8 miliar Euro di segmen tersebut, sementara penjualannya meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Sebagian pesanan jaringan jangka panjang itu diperkirakan mulai berkontribusi terhadap pendapatan dalam 12 bulan ke depan.
Nokia juga mengembangkan teknologi AI-RAN bersama Nvidia untuk mengintegrasikan kemampuan AI ke dalam jaringan radio. Strategi ini dinilai membuka peluang bagi Nokia memperluas bisnis perangkat lunak dan jaringan dengan margin yang lebih tinggi.
Optimisme pasar turut diperkuat oleh sejumlah analis yang menaikkan target harga dan rekomendasi saham Nokia, termasuk Bank of America dan SEB Equities.
Meski demikian, Nokia masih menghadapi risiko pasokan, terutama kelangkaan chip memori yang berpotensi menghambat pemenuhan pesanan AI dan cloud. Bisnis telekomunikasi tradisional juga masih menghadapi tekanan akibat belanja modal operator seluler yang belum sepenuhnya pulih.
Dengan demikian, perhatian investor selanjutnya akan tertuju pada kemampuan Nokia mengubah besarnya pesanan AI dan cloud menjadi pertumbuhan pendapatan serta laba yang berkelanjutan.
BERITA TERKAIT: